SINJAI – Pelayanan air bersih yang disalurkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Sinjai kembali menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, distribusi air bersih yang kerap macet dan tidak mengalir secara normal dikeluhkan warga. Tak hanya persoalan kelancaran distribusi, kualitas air yang dinilai memiliki rasa asin juga memunculkan kekhawatiran terkait kelayakannya untuk digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.
Keluhan masyarakat tersebut menjadi perhatian serius karena air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. Warga tentu berharap mendapatkan pelayanan air bersih yang lancar dengan kualitas yang memenuhi standar kesehatan. Kondisi air yang terasa asin menimbulkan pertanyaan mengenai kandungan zat terlarut di dalamnya, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah air tersebut masih memenuhi persyaratan baku mutu air bersih.
Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai ditantang untuk tidak hanya menunggu laporan atau keluhan masyarakat, tetapi turun langsung ke lapangan melakukan pengambilan sampel air dari sejumlah titik distribusi PDAM. Pengujian secara menyeluruh dinilai penting untuk mengetahui kondisi kualitas air, termasuk parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai ketentuan kesehatan lingkungan yang berlaku. Hasil pemeriksaan tersebut juga perlu disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
Selain pengujian kualitas air, pihak PDAM juga diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai penyebab sering terjadinya gangguan distribusi. Evaluasi terhadap sumber air baku, jaringan perpipaan, serta sistem pengolahan dan penyaluran perlu dilakukan agar persoalan yang sama tidak terus berulang. Koordinasi antara PDAM, Dinkes, dan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan air bersih yang aman, layak, dan berkelanjutan.
Masyarakat berharap keluhan ini tidak sekadar menjadi polemik sesaat tanpa penyelesaian konkret. Dinkes Sinjai dan pihak PDAM diharapkan segera mengambil langkah nyata melalui pemeriksaan langsung, pengujian laboratorium, serta perbaikan sistem pelayanan. Sebab, persoalan air PDAM bukan hanya menyangkut kenyamanan pelanggan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan dan hak masyarakat untuk memperoleh akses terhadap air bersih yang memenuhi standar baku mutu.







