Bisa Selamatkan Nyawa: WebGIS Identifikasi Zona Rawan Banjir Sebelum Musim Hujan

by

Pemerintah daerah memanfaatkan WebGIS untuk mengidentifikasi zona rawan banjir menjelang musim hujan 2026. Sistem ini membantu pemimpin wilayah menentukan prioritas pembangunan, lokasi evakuasi, dan pengendalian risiko secara berbasis data spasial. Penerapan berlangsung di Kota Indonesia untuk menekan dampak banjir tahunan.

WebGIS memetakan kerawanan banjir menggunakan data curah hujan, elevasi, kemiringan lahan, dan jaringan sungai. Hasil pemetaan dapat digunakan untuk menujukkan wilayah masuk kategori risiko tinggi. Area tersebut mencakup kelurahan. WebGIS juga menandai titik genangan berulang dengan durasi banjir.

Pemerintah kota dapat menggunakan peta tersebut untuk menyusun rencana pembangunan berbasis risiko, selain itu juga dapat membantu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memprioritaskan proyek drainase pada zona merah dengan target penurunan genangan dalam satu musim hujan.

WebGIS turut membantu penentuan lokasi fasilitas publik yang aman dari banjir. Sistem ini juga mempercepat respons kebencanaan di tingkat kabupaten mengurangi waktu pengambilan keputusan evakuasi. Pengurangan waktu tersebut berasal dari akses peta real-time dan peringatan berbasis ambang hujan.

Pemanfaatan WebGIS berdampak pada perlindungan masyarakat dan aset ekonomi. Pengembangan WebGIS melibatkan dukungan teknis dari Badan Informasi Geospasial dan Kementerian PUPR. Sistem ini dirancang terhubung dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan dokumen perencanaan daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.