Kereta Api Maros–Barru Mogok di Tengah Jalan, Penumpang Dipindahkan ke Bus

by

Penumpang kereta api rute Maros–Barru menyoroti pelayanan Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) menyusul insiden mogoknya kereta api tujuan Stasiun Garongkong, Kabupaten Barru. Kereta api tersebut mengalami gangguan operasional pada Sabtu (24/1/2026). Namun, keluhan baru disampaikan penumpang kepada, Senin (26/1/2026). Sebagai informasi, jarak tempuh Stasiun Maros–Stasiun Garongkong berada di kisaran 80 kilometer. Sementara Stasiun Mandai–Stasiun Rammang-Rammang merupakan segmen awal lintasan dengan jarak sekitar puluhan kilometer.

BPKA Sulsel merupakan unit teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sarana dan prasarana perkeretaapian di Sulsel.
Lembaga ini mengelola operasional jalur Kereta Api Makassar–Parepare (Trans Sulawesi), termasuk fasilitas stasiun dan pengembangan kawasan pendukung seperti UMKM. Salah seorang penumpang, Syamsir, menuturkan kereta api dengan nomor perjalanan K122313 berangkat dari Stasiun Mandai menuju Garongkong, Barru, sekitar pukul 07.00 Wita.

Namun di tengah perjalanan, kereta api berwarna merah putih itu mengalami gangguan dan hanya mampu melaju hingga Stasiun Rammang-Rammang, Kabupaten Maros.
“Awalnya penumpang menikmati pemandangan alam Maros, tapi akhirnya kecewa karena kereta mogok di perjalanan. Kereta api di Maros, masa mogok di tengah jalan. Lucu juga,” ujar Syamsir.
Pihak pengelola kemudian memberikan dua opsi kepada penumpang. Penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan dialihkan menggunakan bus. Sementara penumpang yang membatalkan perjalanan diarahkan kembali ke Stasiun Mandai. “Yang mau lanjut dikasi naik bus. Kalau yang mau balik, ikut kembali ke Mandai,” jelasnya. Menurut informasi yang diterima penumpang, kereta api tersebut diduga tidak mampu menanjak pada lintasan tertentu. Setelah dilakukan perbaikan sementara, rangkaian kereta akhirnya kembali ke Stasiun Mandai. Insiden ini disebut bukan kali pertama terjadi.

Penumpang lain, Maman, mengungkapkan bahwa gangguan serupa pernah dialami pada perjalanan kereta api di wilayah Maros.
“Dulu juga pernah mogok. Ada dua kereta di Maros, yang merah ini rusak, yang satu juga pernah mogok,” katanya.
Ia menilai seharusnya terdapat armada cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi gangguan teknis agar pelayanan terhadap penumpang tidak terhenti total.
“Kalau begini, tidak ada yang bisa diandalkan. Semua mogok,” ujarnya seraya mempertanyakan ketahanan mesin kereta api yang dioperasikan.

Sebagai catatan, Presiden Joko Widodo meresmikan operasional jalur Kereta Api Makassar–Parepare rute Maros–Barru di Depo Kereta Api Maros, Rabu (29/3/2023). Sebelumnya, kereta api Makassar–Parepare telah dioperasikan secara terbatas sejak Oktober 2022, dengan tahap awal melayani lintasan Stasiun Maros–Stasiun Garongkong, dan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sejak beroperasi, moda transportasi ini menjadi alternatif bagi masyarakat Sulsel. Pada momen libur Lebaran April 2024, tercatat 9.475 penumpang menggunakan layanan kereta api Makassar–Parepare.

Insiden mogok ini pun kembali memunculkan sorotan publik terhadap kesiapan sarana, keandalan armada, serta standar pelayanan pada jalur kereta api Trans Sulawesi yang digadang-gadang sebagai tulang punggung transportasi massal di Sulsel.

Kepala Divisi Humas Balai Pengelola Kereta Api( BPKA) Sulsel, Ryan Agastiaguna dikonfirmasi belum merespon. Pesan WhatsApp 0812-8834-xxxx, dikirim pukul 16.04 Wita belum dibaca. Saat ditelepon juga, hanya ‘memanggil’. Belum ‘berdering’.

No More Posts Available.

No more pages to load.